Dinsos Kota Bima Terima Audiensi Yayasan Stepping Stone Bali dan Global Village Foundation Bali, Perkuat Kolaborasi Kemanusiaan dan Sosial
Dinsos Kota Bima -- Dinas Sosial Kota Bima menerima audiensi Yayasan Stepping Stone Bali dan Global Village Foundation Bali, didampingi EF (14/10/26). Pertemuan yang berlangsung di ruang Kepala Dinas Sosial Kota Bima ini diterima langsung oleh Kepala Dinas Sosial bersama Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial. Audiensi tersebut membahas peluang kerja sama di bidang kemanusiaan dan pelayanan sosial, khususnya bagi anak-anak yang mengalami kaki pengkor sejak lahir (clubfoot) serta anak-anak penyandang disabilitas yang membutuhkan alat bantu kursi roda.
Dalam pertemuan itu, Yayasan Stepping Stone Bali memaparkan program penanganan kaki pengkor yang mengutamakan deteksi dini, pendampingan keluarga, dan rujukan cepat ke layanan kesehatan. Penanganan dilakukan melalui metode Ponseti, mulai dari pemasangan gips secara bertahap, tindakan tenotomi jika diperlukan, hingga penggunaan brace atau sepatu khusus untuk menjaga hasil koreksi. Brace umumnya digunakan hingga anak berusia sekitar lima tahun dengan pemantauan berkala. Melalui program ini, layanan penanganan dan penyediaan brace diberikan secara gratis sesuai ketentuan yayasan, sehingga anak-anak memiliki kesempatan lebih baik untuk tumbuh dan berkembang.
Sementara itu, Global Village Foundation Bali menyampaikan program dukungan alat bantu kursi roda bagi anak-anak berusia 2 hingga 20 tahun. Program ini diharapkan dapat membuka akses bagi anak-anak penyandang disabilitas di Kota Bima untuk memperoleh kursi roda sesuai kebutuhan mereka, sehingga lebih mudah bergerak, mandiri, dan mengikuti aktivitas sehari-hari. Dinas Sosial Kota Bima menyambut baik inisiatif kedua yayasan tersebut karena kolaborasi seperti ini dapat membantu keluarga yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan rehabilitasi dan alat bantu disabilitas.
Audiensi ini menjadi langkah awal untuk menjajaki kerja sama yang lebih terarah dan berkelanjutan. Para pihak berharap tindak lanjutnya dapat dituangkan dalam nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU), termasuk pengaturan pendataan calon penerima manfaat, mekanisme rujukan, pendampingan, dan penyaluran bantuan agar tepat sasaran. Melalui kolaborasi ini, Dinas Sosial Kota Bima berharap semakin banyak anak dan keluarga yang memperoleh dukungan sesuai kebutuhan mereka. Dengan begitu, pelayanan kemanusiaan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi setiap anak untuk tumbuh, berkembang, dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.