TOT Desa Berdaya Transformatif Dihadiri 10 Perwakilan Kabupaten Kota

"Komitmen Gubernur menerapkan pendekatan Graduasi untuk mengurangi angka kemiskinan di NTB merupakan yang pertama di Indonesia," ungkap Ketua BRAC Indonesia, Abdurrahman Syebubakar dalam kegiatan Training of Trainers (TOT) Desa Berdaya Transformatif di Mataram.

"Belum ada Provinsi lain di Indonesia yang memiliki program Desa Berdaya atau sejenisnya," lanjutnya.

Kegiatan tersebut dibuka pada 11 Mei 2026, dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Prov. NTB, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Kepala DPMPD Provinsi NTB, 30 peserta dari kabupaten/kota perwakilan Dinas Sosial, DPMPD, dan Bappeda, serta BRAC sebagai pengisi acara. Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari, 11-13 Mei 2026 di Aula Wisma Tambora Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi NTB.

Program ini memiliki 3 sasaran; pertama, Akses terhadap layanan dasar; kedua, Aset transfer untuk mengembangan ekonomi, dan ketiga Secret source, resep khas dari pendamping.

Program Desa Berdaya merupakan program penguatan pembangunan desa melalui dukungan bantuan teknis, bantuan pendampingan, bantuan keuangan, dan bantuan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappeda Provinsi NTB menjelaskan program Desa Berdaya ini memiliki dua pilar utama yakni Tematik dan Transformatif. Sasaran Desa Berdaya Transformatif adalah 106 desa kantong kemiskinan ekstrem di NTB.

Tahap 1 untuk tahum 2026, implementasi di 40 desa, terdiri dari 20 desa usulan kota/kabupaten dan 20 desa pesisir, urban, dan lingkar hutan.

Adapun jumlah keluarga sasaran hasil verifikasi dan validasi pendamping Desa Berdaya sebanyak 6.218 KK. Satu (1) orang pendamping desa mendampingi 50 KK.

Pendekatan Desa Berdaya diutamakan dengan pendekatan Graduasi. Terdapat 4 (empat) masalah, yaitu; kemiskinan, stunting, air bersih, dan sampah. Selain 4 masalah tersebut, terdapat 2 (dua) keunggulan; pertama, pariwisata, kedua, hilirisasi dan industrialisasi agromaritim. [np]